Pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SMP Negeri 1 Biau berjalan khidmat, dengan penampilan perdana yang memukau dari siswa-siswi Kelas 7D sebagai petugas upacara. Pembina upacara kali ini, Ibu Rosmini Is. Larumbu, S.Pd.Gr, menyampaikan amanat yang menyentuh hati dan penuh harapan, menyoroti pentingnya kedisiplinan, tata krama, dan kepedulian di lingkungan sekolah.

Mengawali amanatnya, Ibu Rosmini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat, terutama pada momen sakral penaikan bendera merah putih.

​"Terima kasih atas kekhidmatan kalian, terutama saat bendera dinaikkan. Ini adalah cerminan rasa cinta tanah air," ujar beliau.

​Apresiasi khusus juga diberikan kepada petugas upacara dari Kelas 7D. Meskipun mengakui adanya "sedikit kekeliruan", Ibu Rosmini menegaskan bahwa hal tersebut adalah proses pembelajaran yang berharga. "Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk penampilan petugas upacara di waktu mendatang," tambahnya.

Pada inti amanatnya, Ibu Rosmini menyampaikan kekhawatiran mengenai penurunan kualitas tata krama dan sopan santun di kalangan siswa. Beliau menyayangkan bahwa "Janji Siswa" yang dibacakan bersama setiap hari Senin, seolah tidak diindahkan dalam kehidupan sehari-hari.

​Ibu Rosmini mengharapkan agar seluruh siswa segera menyadari dan memperbaiki hal ini, menekankan bahwa tindakan kecil hari ini akan menggambarkan kalian di masa depan.

Menanggapi isu sensitif, Pembina upacara secara tegas mengajak seluruh warga sekolah untuk memberantas segala bentuk perundungan. "Saya sangat berharap agar di lingkungan kita ini tidak ada yang namanya bully verbal maupun non-verbal," serunya.

​Selain itu, Ibu Rosmini juga menyoroti tantangan yang dihadapi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis projek (PBL) selama satu minggu terakhir. Beliau mengingatkan tentang pentingnya tanggung jawab individu agar tidak merugikan orang lain.

​"Jangan sampai tindakan kalian merugikan orang lain. Masih banyak siswa yang bermasalah dalam pembelajarannya, hanya karena satu siswa belum menyelesaikan tugasnya yang kena imbas adalah seluruh kelasnya," pesan beliau, menekankan pentingnya semangat gotong royong dan tanggung jawab kelompok.

​Amanat Ibu Rosmini ditutup dengan harapan besar agar pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya sekadar didengarkan, tetapi yang jauh lebih penting, dapat diindahkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.