Suasana khidmat mewarnai upacara bendera di SMP Negeri 1 Biau pada hari Senin, 3 November 2025. Upacara ini, yang menjadi penanda dimulainya kegiatan di bulan November, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tata usaha.

Momen amanat pembina upacara menjadi sorotan utama pagi itu. Pak Emil Salim, S.Kom., yang bertugas sebagai pembina, menyampaikan pesan tegas namun mendalam mengenai pentingnya kedisiplinan dan tata tertib sekolah.

​Dalam amanatnya, Pak Emil Salim secara khusus menyoroti tiga hal fundamental untuk direnungkan oleh para siswa, terutama bagi mereka yang masih sering lalai terhadap aturan.

"Sekolah atau guru tidak pernah membenci kalian," ujarnya, mengawali poin pertama. Beliau menegaskan bahwa setiap teguran atau hukuman adalah murni bentuk pembinaan, bukan didasari emosi personal.

​Poin kedua yang disampaikan cukup unik. Pak Emil menyebut bahwa tindakan melanggar aturan, seperti bolos atau tidak mengerjakan tugas, adalah "hal yang membosankan" dan "tidak ada yang spesial". Menurutnya, tidak ada hal yang bisa dibanggakan dari perbuatan-perbuatan tersebut.

​Sebagai penutup, beliau mengingatkan tentang konsekuensi dari pelanggaran. "Ketika di panggil keruang guru/BK bahkan hingga kalian di skorsing, yang rugi adalah kalian sendiri," tegasnya. "Kalian membuang sia-sia waktu kalian untuk menjadi lebih baik."

​Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh siswa SMPN 1 Biau untuk memanfaatkan waktu belajar mereka dengan lebih bijak dan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri.