Lapangan SMPN 1 Biau kembali menjadi saksi khidmatnya upacara bendera hari Senin. Pada kesempatan kali ini, Kelas 8C dan 8D sukses mengemban amanah sebagai petugas upacara. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SMPN 1 Biau, Ibu Marlinda, S.Pd., memberikan arahan strategis bagi kemajuan karakter seluruh siswa.

Mengawali amanatnya, Ibu Marlinda memberikan evaluasi teknis demi kesempurnaan upacara di masa mendatang. Beliau menekankan agar para Wali Kelas memberikan perhatian ekstra dalam mempersiapkan anak didiknya setiap kali mendapatkan jadwal bertugas.

​Ketelitian menjadi poin utama; bagi petugas pembaca naskah, dilarang keras menambah atau mengurangi kata agar pesan asli dokumen negara tetap terjaga. Selain itu, beliau memberikan dorongan khusus bagi grup paduan suara untuk memaksimalkan jadwal ekstrakurikuler sebagai sarana latihan rutin. Persiapan yang matang dari seluruh elemen petugas adalah kunci keberhasilan upacara.

Kepada seluruh peserta upacara, Ibu Marlinda mengingatkan kembali makna di balik baris-berbaris yang rapi. Beliau menyampaikan bahwa di era sekarang, siswa tidak perlu lagi bertaruh nyawa di medan perang untuk meraih kemerdekaan.

​"Tugas kita hari ini hanyalah menghormati dan menghargai perjuangan para pahlawan. Cara paling sederhana adalah dengan mengikuti upacara secara disiplin dan khidmat. Jangan sampai semangat ini luntur," tegas beliau.

Isu karakter menjadi perhatian paling tajam dalam arahan kali ini. Ibu Marlinda menegaskan bahwa sekolah menunjukkan sikap keras dan tidak mentoleransi segala bentuk tindakan perundungan (bullying). Pesan ini menjadi peringatan penting bagi seluruh kelas, terutama kelas 9 yang sedang memasuki masa sensitif penentuan kelulusan.

​Siswa diajak untuk mencerna kembali makna Ikrar Pelajar Indonesia dan lagu Rukun Sesama Teman sebagai pedoman berperilaku. Dengan waktu belajar efektif yang tersisa kurang lebih satu bulan, beliau berharap lingkungan sekolah tetap kondusif dan harmonis.

Menutup rangkaian amanat, Ibu Marlinda menyampaikan pesan filosofis tentang identitas SMPN 1 Biau. Saat ini, sekolah memiliki rapor mutu yang sangat baik, dan prestasi ini harus dijaga bersama.

​"SMPN 1 Biau tidak butuh sekadar jumlah siswa yang banyak, tapi kami butuh siswa yang memiliki adab dan etika. Jangan sampai reputasi sekolah kita dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkas beliau.

​Upacara diakhiri dengan harapan agar seluruh siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.