Suasana pagi di SMP Negeri 1 Biau pada Selasa (18/11) terasa berbeda. Bukan hanya hiruk pikuk rutinitas, melainkan denting hikmah yang menggema di seluruh penjuru sekolah. Hari itu, dalam agenda rutin Selasa Literasi, panggung kehormatan diisi oleh perwakilan siswa dari Kelas 8C yang sukses memukau ratusan pasang mata.
Di bawah sorotan matahari pagi, seorang siswa dengan penuh percaya diri membawakan dongeng legendaris berjudul "Si Kancil dan Anak Ajaib." Namun, bukan hanya hiburan yang dicari. Dongeng ini membawa satu esensi fundamental yang menjadi inti dari gelaran literasi kali ini:
"Pesan moral dari dongeng ini adalah: Kebaikan sekecil apapun akan kembali kepada kita."
Narasi tersebut dengan cerdas menanamkan pemahaman bahwa setiap tindakan positif, sekecil apapun bentuknya—entah itu membantu teman, berkata jujur, atau menjaga kebersihan lingkungan—adalah benih yang akan menghasilkan buah kebaikan bagi diri sendiri di masa depan.
Kepala Sekolah SMPN 1 Biau, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi. "Ini bukan hanya tentang membaca, tapi tentang meresapi nilai. Dongeng hari ini adalah pengingat kuat bahwa karakter mulia dibangun dari perbuatan-perbuatan sederhana. Terima kasih kepada Kelas 8C yang telah menyuguhkan literasi yang begitu mendalam," ujarnya.
Sesi literasi pagi ini menjadi bukti nyata bahwa dongeng klasik tetap relevan sebagai media pembelajaran karakter, sekaligus meninggalkan jejak inspirasi tentang kekuatan kebaikan.




0 Komentar